Alfathiha

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيم ||| الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِين ||| الرَّحمـنِ الرَّحِيم ||| مَـالِكِ يَوْمِ الدِّين ||| إِيَّاك نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِين ||| اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ ||| صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّين

Sabtu, 02 April 2011

Menyebuhkan Penyakit Diare berdasarkan Docter Muhammad

  • (Bukhari - Volume 007, Buku 071, Nomor Hadits 587)
Dirawayatkan oleh Jabir bin Abdullah, "Saya mendengar Nabi bersabda, 'Jika ada penyembuhan dalam pengobatan Anda, maka itu ada dalam bekam, madu, atau pembakaran dengan api (kauterisasi) di tempat-tempat yang sakit, tapi aku tidak suka di bakar dengan api.'"
  •  (Bukhari - Volume 007, Buku 071, Nomor Hadits 588)
Seorang pria datang kepada Nabi dan berkata, "Saudaraku menderita sakit perut." Nabi bersabda kepadanya, "Beri ia madu!". Orang itu datang untuk kedua kalinya dan Nabi bersabda kepadanya, "Beri ia madu!" Pria itu datang untuk ketiga kalinya dan Nabi bersabda, "Beri ia madu!" Pria itu kembali dan berkata, "Aku telah melakukannya." Nabi lalu bersabda, "Allah mengatakan yang sebenarnya, tetapi perut saudaramu telah berbohong. Biarkan dia minum madu!" maka dia meminumkan madu pada saudaranya dan kemudian saudaranya itu sembuh.
          Dari hadits di atas jelas bahwa jumlah madu yang di konsumsi pada masa dua yang awal tidak cukup untuk menyembuhkan sakit sehingga Nabi memerintahkannya untuk meminum madu hingga ketiga kalinya. Bersyukurlah kepada Allah, kemudian ia sembuh. Peristiwa tersebut adalah contoh yang baik yang menunjukkan bahwa dosis yang tepat diperlukan untuk menyembuhkan penyakit. Dengan kata lain jika satu sendok makan madu tidak menyembuhkan penyakit, maka minumlah lagi dan lagi, hingga diare berhenti. (Jerry D. Gray)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar