Ka'bah terletak dilembah yang rendah. Pada suatu tahun turunlah hujan yang amat lebat dan dahsyat. Hujan yang turun terus-menerus itu menimbulkan bajir yang besar, dan meruntuhkan bangunan Nabi Ibrahin as itu. Untuk bangunan kembali Rumah Allah SWT ini, berbagai suku bangsa di Mekah mengadakan kerjasama. Dengan semangat gotong-royong mereka membangunnya kembali sampai selesai.
Hanya tinggal lagi suatu pekerjaan yang remeh. Pekerjaan itu ialah membawa batu hitam dari Ka'bah itu kedalam dan memasangnya kembali di tempat semula. Semua suku-suku yang ingin mengerjakannya sendiri-sendiri. Mereka berebut-rebutan, masing-masing ingin mendapat kehormatan melakukan pekerjaan ini. Dalam perebutan ini timbullah sengketa. Karena tidak ada suku yang mau mengalah, maka terjadilah pertengkaran hebat. Hanya ujung pedang sajalah yang dapat menyelesaikan pertengakaran ini. Tidak ada satu penyelesaianpun yang dapat diterima masing-masing suku.
Untunglah salah seorang dari mereka maju ke depan dan berkata, "Usul saya! Undurkan pekerjaan ini sampai besok! Orang yang pertama masuk Ka'bah besok pagi, punya hak untuk memutuskan penyelesaiannya. Semua orang diharuskan menerima keputusan itu." Usul yang baik ini dapat diterima oleh semua pihak.
Pada pagi harinya, sebelum fajar menyingsing, orang-orang dari semua suku pada berpacu-pacu menuju Ka'bah. Masing-masing orang berusaha untuk menjadi orang yang pertama memasukki rumah Allah SWT itu. Tetapi semua orang ini menjadi kecewa, setelah mereka menjumpai seorang pemuda disana. Pemuda itu tidak lain Nabi Muhammad SAW. keponakan Abu Thalib, Muhammad ditanyai mengenai aturan penyelesaian sengketa pengakutan batu ini.
"Muda saja!" Kata Muhammad SAW. Segera Nabi Muhammad SAW membentangkan kain yang besar di atas tanah. Dia meletakkan batu yang hitam itu di tengah-tengahnya. Masing-masing kepala suku diminta untuk memegang tepi kain itu dan mengangkatnya serentak bersama-sama. Semua anggota suku-suku ikut secara gotong-royong rukun dan damai, batu itu digotong ke dalam Ka'bah. Semua orang tersenyum puas atas kecerdikan dan kebijaksanaan Nabi Muhammad SAW. Setelah sampai di dalam Ka'bah, Muhammad meletakkan batu tersebut pada tempat semestinya. Ini adalah suatu keputusan yang sangat bijaksana dan memuaskanhati semua suku. Semenjak itu Muhammad dikenal sebagai orang yang cerdik dan bijaksana. Ia dapat mencarikan jalan keluar bagi soal-soal yang sulit.
Read More...
Blog ini akan memberikan kita kesehatan jasmani maupun dari rohani, yang akan memperkuat semua itu, maka blog ini akan mencoba memasukkan pengetahuan tentang pengobatan dan sejarah tentang Islam.
Minggu, 16 Oktober 2011
Kecerdikan dan Kebijaksana Nabi Muhammad SAW.
Label:
Bijaksana,
Cerdik,
Ka'bah,
Nabi Muhammad,
Sejarah
Sabtu, 01 Oktober 2011
Tahun GaJah
Tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW dinamakan tahun Gajah. Tahun ini dinamakan demikian, karena banyaknya gajah yang datang menyerbu ke kota Mekkah. Gajah-gajah yang banyak itu adalah kepunyaan Gubernur Yaman yang datang dengan angkatan perang yang kuat guna merebut kota Mekah, dan sekaligus menghancurkan Ka’bah. Nama gubernur itu ialah Abrahah. Dia adalah seorang gubernur yang amat berkuasa, dan mengingin namanya hidup terus untuk selama-lamanya. Guna mengekalkan namanya ini, dia membangun sebuah Kuil yang amat besar. Kuil itu dijadikannya tandingan dari Ka’bah. Kedudukan Ka’bah harus diganti dengan Kuil ciptaannya itu. Dia memerintahkan agar semua orang harus berziarah ke Kuilnya dan bukan ke Ka’bah lagi. Tetapi rakyat tidak mau mendengarkan perintahnya ini, dan tetap berkunjung ke Ka’bah seperti sediakala. Abrahah menjadi marah dan memikirkan suatu rencana jahat. Dia berkata, “Aku harus menghancurkan Ka’bah. Jika Ka’bah telah musnah sama sekali, tentu tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk datang ke kotaMekah. Sebagai gantinya tentu mereka akan datang mengunjungi Kuilku.”
Karena alasan inilahAbrahah datang menyerbu kota Mekah.
Melihat tentara Abrahah yang kuat itu, Abdul Muthalib merasa bahwa dia tidak akan dapat melawannya. Sebab itu dia lari menyingkir ke luar kota. Pertahaan Ka’bah diserahkannya kepada Allah SWT.
Tentara Abrahah merampas beberapa ekor untuk Abdul Muthalib. Abdul Muthalib terus pergi menghadap Abrahah dan menuntu agar semua untanya harus dikembalikan. Abrahah menjadi heran dan bertanya, “Aneh sekali! Kenapakah Tuan sangat kuatir terhadap unta-unta yang sangat remeh itu? Tidakkah tuan merasa kuatir akan masalah yang lebih penting, ialah nasih Ka’bah?”
Dengan tenang penguasa Ka’bah itu menjawab, “unta-unta itu adalah milikku! Aku harus menjaga dan melindunginya. Tetapi Ka’bah itu milik Allah SWT. Dan Allah yang akan menjaga dan melindunginya.”
Abrahah terkejut mendengar jawaban yang jitu ini. Memang, kata-kata Abdul Muthalib ini ternyata benar.
Kehendak Allah SWT tentu akan berlaku. Dan kehendak Allah SWT memang segera berlaku.
Allah menurunkan wabah pes, untuk menghancurkan seluruh tentara Abrahah. Dalam waktu pendek saja, prajurit-prajuritnya telah jatuh bergelimpangan dierang penyakit pes. Kekuasaan Abrahah menjadi musnah dan punah, tetapi Ka’bah tetap berdiri dengan megahnya.
Kejadian ini adalah satu pendahuluan dari suatau kejadian yang lebih menakjubkan lagi. Beberapa bulan kemudian, kota Mekah mendapat berkah, dengan kelahiran seorang bayi yang direstui Allah SWT. Bayi yang lahir dari kandungan Aminah. Bayi itu adalah Muhammad SAW. Pembebas ummat manusia. Seorang bayi terbesar dan terakhir dalam putaran dunia.
Read More...
Label:
Abdul Muthalib,
Abrahah,
History,
Sejarah,
Tahun Gajah
Senin, 20 Juni 2011
B E K A M
Untuk hari ini saya akan mencoba menjelaskan tentang pengobatan yang sejak jaman dulu digunakan yang sekarang kita sebut Bekam.
- (Bukhari, Volume 007, Buku 071, Nomor Hadits 582)
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa Nabi bersabda. "Tidak ada penyakit Allah SWT ciptakan, kecuali Dia juga membuat obatnya."Sejarah mengenai Bekai Basah dimulai ribuan tahun yang lalu, namun pertama tercatat ditemukan pada ajaran Nabu Muhammad saw. Menurut Imam Bukhari, Muslim, dan Ahmad, Nabi Muhammad saw. mengizinkan pengobatan menggunakan Bekam. Nabi Muhammad saw. telah bersabda, "Di dalam Bekam (hijama) ada penyembuhan." Beliau juga telah bersabda, "Siapa yang melakukan bekam (hijama) pada hari 17, 19, atau 21 (penanggalan Islam) maka ada pengobatan bagi setiap penyakit."
Saya merasa heran mengetahui bahwa banyak sekali Muslim yang tidak mengetahui atau tidak memiliki kesadaran mengenai apa itu bekan dan manfaatnya terhadap kesehatan tubuh. Banyak pula bahkan yang memiliki ketakutan terhadapnya. Karena ketakutan ini atau ketidakpahaman ini, maka sudah waktunya bagi Anda untuk mengetahui secara benar mengenai bekam.
Jika Nabi Muhammad saw. bersabda, "Siapa yang melakukan bekam (hijama) pada hari 17, 19, atau 21 (penanggalan Islam) maka ada pengobatan bagi setiap penyakit." hal ini adalah benar Anda harus menyadarinya dan percaya agar anda mendapatkan manfaat penuh dari pengobatan ini atau pengobatan Nabi lainnya.
- (Bukhari, Volume 007, Buku 071, Nomor Hadits 587)
Bekam memiliki banyak sebutan, seperti badkesh, bahnkes, bekam, buhang, bentusa, kuyukaku, gak hoi, hijama, dan banyak lagi nama-nama lainnya. Jika dilakukan secara benar, hasil akhirnya sama. Tidak peduli disebut apa. Penyakit pasien, Insya Allah menjadi berkurang atau bahkan sembuh sama sekali. Dengan menghilangkan darah kotor yang tidak beredar pada suatu tempat tertentu pada tubuh, maka hal tersebut akan meningkatkan peredaran darah pada tempat tersebut, bahkan pada seluruh tubuh.
Bekam merupakan proses pembentukan wilayah dengan tekanan udara rendah pada tubuh anda, tepatnya pada kulit anda dengan menggunakan suatu efek vakum. Ada berbagai macam alat yang biasa digunakan, berbagai metode dalam menciptakan tekanan udara yang rendah, dan juga ada berbagai prosedur yang berbeda yang biasa dilakukan.
Alat kup yang digunakan dapat memiliki berbagai bentuk, seperti bola atau lonceng, dan dengan ukuran mulut yang berbeda-beda berdiameter 25mm - 75mm. Bahan yang umum digunakan saat ini adalah Plastik atau kaca, menggantikan kup handuk, tembikar, perunggu, dan bambu yang biasa digunakan di zaman dahulu. Tekanan udara yang rendah yang dibentuk didalamnya dapat tercipta melalui pemanasan alat kup atau pemanasan udara di dalam nya dengan api atau dengan merendamnya dalam minyak panas, kemudian diletakkan di atas permukaan kulit. Pada saat udara di dalam kup menjadi dingin, dia akan menarik kulit ke dalam. Metode yang digunakan baru-baru ini adalah vakum dapat diciptakan dnegan menggunakan pompa penyedot mekanis dengan alat pompa barada pada bagian atas kup. Kup karet juga biasa digunakan untuk memompa udara keluar dan menciptakan permukaan kulit yang rata dan menggelembung.
Sebagai besar, kup biasanya diletakkan pada jaringan yang lunak sehingga dapat merekat erat. Kup-kup tersebut dapat digunakan satuan atau bersama-sama untuk melingkupi area yang luas. Sebelumnya kulit biasanya akan diolesi dengan minyak khusus agar kup dapat bergerak diatas kulit secara perlahan dan menciptakan segel kedap udara yang lebih kuat. Penusukan pada kulit (menciptakan lubang-lubang kecil) sebelum dipasang kup adalah praktik yang sangat umum dilakukan di negara-negara berpenduduk muslim berjumlah besar, seperti di Indonesia. Penusukan/penyayatan ini akan mengeluarkan darah yang kotor dari tubuh anda. Dalam banyak kasus, kesembuhan dari suatu tempat penyakit hampir langsung terjadi. Hal yang baik mengenai penusukan pada kulit ini adalah ia sama sekali tidak menyakitkan. (ini adalah hal penting untuk direnungkan bagi anda yang takut pada prosedur ini).
Bekas pada kulit yang berwarna merah atau hampir hitam biasanya akan ada setelah kup dilepas. Biasanya, makin lama kup terpasang pada kulit makin gelap warna lingkaran pada kulit. Pada umumnya perawatan ini tidak menyakitkan, tetapi jika pasien merasakan sakit maka kup dapat dilepas dan mungkin dapat pasang kembali jika posisi awal tidak benar sehingga menyebabkan rasa sakit.
Nabi Muhammad saw. mengajarkan pada kita bahwa bekam adalah suatu pengobatan dan juga suatu berkah. Umat Islam terdahulu menggunakan bekam basah untuk menyembuhkan berbagai rasa sakit, mulai dari sakit kepala, masalah perut, keracunan, sihir, memar-memar, luka kulit, sakit otot, flu tulang belakang, dan penyakit-penyakit lainnya. Jangan lupa hadits yang telah kami sampaikan sebelumnya, "Siapa yang melakukan bekam (hijama) pada hari 17, 19, dan 21 (penanggalan Islam) maka ada pengobatan bagi setiap penyakit." ini berarti bahwa Insya Allah bekam dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Muslim menganggap hijamah sebagai pengobatan yang efektif dan pentung untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Namun, segala puji bagi Allah SWT yang telah mengizinkan suatu pengobatan dapat berhasil atau gagal.
"Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yunus : 107)
Manfaat Bekam,
Bekam mempunyai kemampuan yang nyata dalam menyembukan banyak penyakit. Penyakit-penyakit yang telah diobati dengan bekam yang telah terbukti mampu, dengan izin Allah SWT, menyembuhkan penyakit-penyakit diantaranya, tetapi tidak terbatas pada penyakit-penyakit di bawa ini :
- Alergi
- Asma
- Sakit Punggung
- Kolesterol terlalu tinggi
- Penyakit Peredaran Darah
- Sakit Dada
- Batuk
- Sakit Perut
- Diabetes
- Diare
- Depresi
- Penyakit di dada dan tenggorokan
- Permasalahan Ereksi
- Masalah Mata
- Demam
- Rasa sakit di kepala dan mata
- Penyakit Hati
- Infeksi Otot Hati
- Tekanan Darah Tinggi
- Memperbaiki sirkulasi darah
- Masalah Persendian
- Ginjal
- Penyakit Lever
- Tekanan Darah Rendah
- Sakit Paru
- Sakit di leher dan perut
- Rematik pada otot
- Sihir
- Sinusitis
- Stress
- Stroke
- Sakit Gigi
- Amandel
- Vertigo
Read More...
Sabtu, 18 Juni 2011
Rela Dimasukkan ke Dalam Neraka
Nabi Musa AS suatu hari sedang berjalan-jalan melihat keadaan ummatnya. Nabi Musa AS melihat seseorang sedang beribadah. Umur orang itu lebih dari 500 tahun. Orang itu adalah seorang yang ahli ibadah.
Nabi Musa AS kemudian menyapa dan mendekatinya. Setelah berbicara sejenak ahli ibadah itu bertanya kepada Nabi Musa AS, Wahai Musa AS aku telah beribadah kepada Allah SWT selama 350 tahun tanpa melakukan perbuatan dosa. Di manakah Allah SWT akan meletakkanku di Sorga-Nya?. Tolong sampaikan pertanyaanku ini kepada Allah. Nabi Musa AS mengabulkan permintaan orang itu.
Nabi Musa AS kemudian bermunajat memohon kepada Allah SWT agar Allah SWT memberitahukan kepadanya di mana ummatnya ini akan ditempatkan di akhirat kelak. Allah SWT berfirman, "Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepadanya bahwa Aku akan meletakkannya di dasar Neraka-Ku yang paling dalam".
Nabi Musa AS kemudian mengabarkan kepada orang tersebut apa yang telah difirmankan Allah SWT kepadanya. Ahli ibadah itu terkejut. Dengan perasaan sedih ia beranjak dari hadapan Nabi Musa AS.
Malamnya ahli ibadah itu terus berfikir mengenai keadaan dirinya. Ia juga mulai terfikir bagai mana dengan keadaan saudara-saudaranya, temannya, dan orang lain yang mereka baru beribadah selama 200 tahun, 300 tahun, dan mereka yang belum beribadah sebanyak dirinya, di mana lagi tempat mereka kelak di akhirat.
Keesokan harinya ia menjumpai Nabi Musa AS kembali. Ia kemudian berkata kepada Nabi Musa AS, "Wahai Musa AS, aku rela Allah SWT memasukkan aku ke dalam Neraka-Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku mohon agar setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam Neraka maka jadikanlah tubuhku ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu Neraka tertutup oleh tubuhku jadi tidak akan ada seorang pun akan masuk ke dalamnya". Nabi Musa AS menyampaikan permohonan orang itu kepada Allah SWT. Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Nabi Musa AS maka Allah SWT berfirman, "Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepada ummatmu itu bahwa sekarang Aku akan menempatkannya di Surga-Ku yang paling tinggi".
Read More...
Nabi Musa AS kemudian menyapa dan mendekatinya. Setelah berbicara sejenak ahli ibadah itu bertanya kepada Nabi Musa AS, Wahai Musa AS aku telah beribadah kepada Allah SWT selama 350 tahun tanpa melakukan perbuatan dosa. Di manakah Allah SWT akan meletakkanku di Sorga-Nya?. Tolong sampaikan pertanyaanku ini kepada Allah. Nabi Musa AS mengabulkan permintaan orang itu.
Nabi Musa AS kemudian bermunajat memohon kepada Allah SWT agar Allah SWT memberitahukan kepadanya di mana ummatnya ini akan ditempatkan di akhirat kelak. Allah SWT berfirman, "Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepadanya bahwa Aku akan meletakkannya di dasar Neraka-Ku yang paling dalam".
Nabi Musa AS kemudian mengabarkan kepada orang tersebut apa yang telah difirmankan Allah SWT kepadanya. Ahli ibadah itu terkejut. Dengan perasaan sedih ia beranjak dari hadapan Nabi Musa AS.
Malamnya ahli ibadah itu terus berfikir mengenai keadaan dirinya. Ia juga mulai terfikir bagai mana dengan keadaan saudara-saudaranya, temannya, dan orang lain yang mereka baru beribadah selama 200 tahun, 300 tahun, dan mereka yang belum beribadah sebanyak dirinya, di mana lagi tempat mereka kelak di akhirat.
Keesokan harinya ia menjumpai Nabi Musa AS kembali. Ia kemudian berkata kepada Nabi Musa AS, "Wahai Musa AS, aku rela Allah SWT memasukkan aku ke dalam Neraka-Nya, akan tetapi aku meminta satu permohonan. Aku mohon agar setelah tubuhku ini dimasukkan ke dalam Neraka maka jadikanlah tubuhku ini sebesar-besarnya sehingga seluruh pintu Neraka tertutup oleh tubuhku jadi tidak akan ada seorang pun akan masuk ke dalamnya". Nabi Musa AS menyampaikan permohonan orang itu kepada Allah SWT. Setelah mendengar apa yang disampaikan oleh Nabi Musa AS maka Allah SWT berfirman, "Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepada ummatmu itu bahwa sekarang Aku akan menempatkannya di Surga-Ku yang paling tinggi".
Read More...
Jumat, 17 Juni 2011
Al-Qur'an sebagai Pembela di Hari Kiamat
Abu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Qur'an, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Qur'an."
Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"
Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayanh dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"
Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."
Read More...
Telah bersabda Rasulullah S.A.W : Belajarlah kamu akan Al-Qur'an, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."
Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?"
Maka berkata Al-Qur'an : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."
Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Qur'an itu : "Adakah kamu Al-Qur'an?" Lalu Al-Qur'an mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.
Pada kedua ayanh dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"
Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Qur'an."
Read More...
Langganan:
Postingan (Atom)



